Slamet - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 13 Maret 2021

Slamet

 

Ilustrasi by Fimela.com


Bangsa Indonesia termasuk bangsa yang beruntung di tengah berbagai masalah sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan pandemi. Potensi keselamatan itu masih cukup tinggi, setidaknya dengan melihat indikator "slamet" yang masih begitu meletak di kalangan masyarakat. Bangsa Indonesia membuktikan dan menjaga keselamatan dengan berkaca pada dua hal, yakni masih banyak orang tua memberikan nama anaknya dengan nama "Slamet" itu dapat dijumpai pada aktor terkenal Slamet Rahardjo dan Adi Bing Slamet. Dan budaya bangsa Indonesia tiap tahunnya mengadakan "Slametan" baik saat kelahiran bayi, pesta perkawinan, pesta panen dan budaya maulid juga ada slametannya maupun acara kematian.

Singkatnya bangsa Indonesia begitu dekat dengan yang namanya "Slamet", mungkin karena itulah warga Indonesia yang tinggal di lereng gunung baik yang aktif atau tidak, berdiam di kawasan langganan banjir, gempa, tsunami dan longsor tak akan mengganggu psikologi masyarakat. 

Bagi masyarakat acara "Slametan" telah dilakukan apalagi yang mesti dikhawatirkan.
Seakan secara kebudayaan acara "Slametan" menjadi jaminan keselamatan dan kedamaian. Tak heran bila masyarakat aktivitas A-Z dipenuhi dengan acara "Slametan".
Tetapi, kemajuan teknologi mengajarkan bahwa tuk mendapatkan keselamatan dari berbagai bencana, entah dari alam maupun non-alami. Tak ada pilihan selain meningkatkan kualitas teknologi demi mendeteksi datangnya bencana.

Budaya "Slametan" yang menjadi penangkal secara kebudayaan terhadap berbagai ancaman bencana, mesti dihayati sebagai kekayaan budaya bangsa. Segaligus semua kalangan mesti mengambil inspirasi bahwa "Slametan" dimasa lalu termasuk semacam produk teknologi di zamannya demi menjauhkan manusia dari berbagai ancaman bencana. Oleh karena itu, tugas generasi kekinianlah memikirkan tuk menerjemahkan tradisi dan budaya "Slametan" tuk mendeteksi persebaran potensi bencana. Contoh, acara "Slametan" diberbagai daerah dilakukan di gunung, sungai, pinggir laut dan hutan yang menjadi objek.

Pelaksanaan "Slametan" dengan objek-objek alam itu erat kaitannya dengan kejadian bencana yang sering terjadi disekitar areal tersebut.
Sehingga bila bangsa Indomesia peka dan memahami makna pelaksanaan "Slametan" yang mengambil objek alam tidak terlepas dari bencana yang biasa terjadi dan bersumber dari daerah tersebut.

Penelusuran budaya "Slametan" akan memudahkan kerja-kerja pengambil kebijakan segaligus melakukan peningkatan kualitas terhadap penanggulangan bencana dengan menghadirkan teknologi yang lebih canggih.

Beberapa saat yang lalu juga tengah ramai pemberitaan acara "Slametan" yang lain, tetapi bentuknya lebih kekinian yaitu Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia". Rupanya kecintaan bangsa Indonesia terhadap yang berbau "Slamet" di atas rata-rata bangsa manapun di jagad ini.
Semoga acara "Slamet" yang terakhir itu betul-betul meniatkan menyelamatkan Indonesia, bukan malah menyelamatkan kelompok ataupun golongan sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here