Merawat Nalar Setelah Pilkada - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 26 Maret 2021

Merawat Nalar Setelah Pilkada

Ilustrasi by TheColumnist.id 


Suguhan serapa yang mewarnai kehidupan baik yang nyata maupun yang maya lebih tak karuan lagi. Yang benar dan yang nyata hanya kelompok yang memilih kandidat dukungannya. Apa yang benar dan yang salah se-sederhana itu tolak ukurnya?

Pikiran yang telah terjebak dan disesaki model berpikir yang keliru seperti itu hanya akan memperpanjang dampak garis kebodohan atau ketertinggalan. Bagaimana mungkin yang benar dan yang salah ditentukan dari pilihan kandidat? Lalu, setelah itu tak jarang pilihan yang dulu dianggap benar nyatanya mengenakan rompi orange juga. 

Keadaan ini banyak menimpa kandidat yang dulu bagi pemilihnya dianggap benar. Tetapi, setelah itu harus menerima kenyataan bahwa rupanya yang dianggap benar terbukti keliru di kemudian hari. Bila masyarakat kembali berpikir menyaksikan buah dari perhelatan pemilihan semestinya mendidik dan lebih selektif dalam memilih pemimpin.

Membaca yang benar dengan indikator pilihan kandidat bukan hanya menyempit yang benar dan yang nyata. Lebih dari itu dapat berefek kepada mengecilnya kemampuan bernalar. Telah banyak pengalaman yang harus membuat masyarakat berkaca dan memikirkan dampak dari anggapan yang benar dan salah lewat pilihan kandidat, bahwa disana ada yang benar sebab takaran pertimbangan pikiran yang membuat seseorang menjatuhkan pilihan.
 
Tapi, benar dalam artian korelasi antara konsep pemimpin dengan figur yang dipilih memenuhi beberapa kriteria dari konsep pemimpin yang dipegangi oleh seseorang. Namun, apakah figur pilihan yang dulu masuk kriteria mampu konsisten sebagaimana konsep itu? Jawabannya terletak pada ujian waktu dalam masa kepemimpinan figur yang telah dipilih. 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here