Menuju Demokrasi Privat - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 18 Maret 2021

Menuju Demokrasi Privat

 

Ilustrasi by Koran.Tempo.co

Sederet nama-nama pejabat publik atau petinggi partai memiliki garis DNA dengan orang-orang yang pernah berkuasa baik di institusi pemerintah maupun di institusi partai politik. Telah ramai menghiasi hiruk-pikuk kehidupan dan urusan publik.


Kehadiran demokrasi sebagai bagian dari pemilahan antara yang privat dengan yang publik. Wilayah publik tak mengizinkan adanya upaya terselebung untuk mengubah atau mengalihkan aset publik menjadi aset privat.


Kecenderungan arah demokrasi telah mengubah aset publik menjadi aset privat tengah menjangkiti institusi kekuasaan baik institusi pemerintah maupun institusi partai. Kehadiran sanak famili dilingkaran kekuasaan sebagai akibat surplus kekuasaan yang memungkinkan aset publik menjadi aset privat.


Proses demokrasi hanya sebatas penanda legalitas resminya seorang senak famili menduduki jabatan publik. Surplus kuasa memungkin terserapnya orang-orang dekat (baca: keluarga) penguasa menduduki jabatan publik.


Partai politik sebagai pilar demokrasi justru menyuguhkan ruang yang lebih leluasa bagi sanak famili ketua atau petinggi partai dalam menduduki jabatan strategis di dalam partai. Sehingga harapan munculnya pemimpin yang mumpuni lewat jalur pantai politik menjadi kecil kemungkinannya. 


Kehadiran partai politik juga menyuguhkan warna kepemilikan pribadi. Sehingga wajar yang punya akses menjadi pejabat publik tidak terlepas dari lingkaran sanak famili. Apakah keterlibatan sanak famili dalam partai bisa diartikan "peningkatan partisipasi publik"?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here