Kebenaran Yang Administratif - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 01 Maret 2021

Kebenaran Yang Administratif

 

Ilustrasi by Rimma.co

Suatu sore petugas kebersihan kantor pemerintah masuk membereskan ruangan dan merapikan tumpukan berkas. Ruangan ber-AC dengan sekian derajat telah mampu membuat bulu kuduk si petugas kebersihan di tambah angkernya tumpukan kertas. 


Yang berisi sejumlah kata dan kalimat sakti yang akan membuat orang yang gagah berpakaian Linmas mampu dibuat linglung hanya gara-gara satu kata sakti yang tertera di kertas itu. Bunyi kata sakti itu, bukan berasal dari mantra dukun (apalagi dukun politik penasihat para pejabat) melainkan bunyi mantra yang keluar dari bunyi ketikan komputer dan suara printerlah, yang mengeluarkan kata-kata sakti itu berupa "Surat Edaran" yang kadang kala hanya beredar di meja kantin kepegawaian, "Surat Perintah" mungkin inilah yang paling dinanti apalagi kalau surat perintah menjadi pejabat. 


Yang mampu mengubah gaya hidup seseorang dari yang tak cukup menjadi kecukupan, dari yang lusuh menjadi lumayan, dari kendaraan biasa menjadi kendaraan dinas. Itu tak diragukan lagi berasal dari kata-kata sakti yang tertulis di atas kertas pemerintah. 


Yang paling anyar dan selalu hits yakni "Surat Pengantar" yang mesti diantar dari satu kantor ke kantor lain. Ajaib, mungkin karena kesaktiannya mampu menjadikan segalanya lebih tragis dari kisah perebutan tahta antar pewaris Kerajaan Singosari. 


Cerita lainnya, surat itu mampu mengubah dan menggeser kelas bawah ke kelas atas atau sebaliknya. Termasuk bagi si petugas kebersihan bila mampu memahami bahwa surat-surat dan dokumen yang menumpuk dan tengah dia rapikan akan mampu memberi perubahan bagi kehidupannya. Kisah-kisah orang bawa yang mampu memahami betapa pentingnya surat-surat itu, akan memberi peluang ekonomis bila surat itu tersiar sebelumnya waktunya. 


Buka deretan peristiwa di berbagai lembaga tinggi negara yang mengalami kebocoran informasi penting seperti yang pernah terjadi di KPK yang kebocoran informasi dan kisah teranyar bahkan nge-hits kali yah, Joko Chandra yang bebas masuk Indonesia padahal buron. Kisah-kisah itu, mengajarkan betapa benar atau salah termasuk bebas atau bui tergantung kebenaran yang tertera di kertas-kertas sakti itu.


Kisah di dunia kantor pemerintahan telah melahirkan romansa dengan keteduhan admistratif. Kebenaran bukan lagi sejauh ia "dipikirkan", "dipahami" dan "dilakoni", melainkan pada hal-hal dan perihal yang tertera di surat. Orang miskin yang akan berobat, bersekolah dan bekerja mesti memiliki kelengkapan berkas secara administratif. 


Walaupun segala kondisi telah begitu mendesak, pegawai pemerintah tak akan bertanya, "Apa kebutuhan anda?, Apa yang harus kami bantu? Dan "Apakah anda sudah sejahtra?". Tetapi, yang ditanyakan, "Apakah surat-surat anda telah lengkap secara administratif?". 


Walau kebenaran terkait kondisi warga sudah sangat mendesak. Namun, sekali lagi administratif bekerja dengan jalannya sendiri. Bukankah setingkat Jokowi biasa mengeluhkan betapa lambannya kerja-kerja birokrat pemerintah dengan standar administrasinya. Sehingga kadang hal-hal bagus dan kebutuhan masyarakat yang mendesak akan dibuat sesak di ruang pelayanan administratif. 


Kadang hal-hal yang administratif itu, mesti berkhidmat pada ungkapan "Istirahatlah yang administratif, Giatkan yang kreatif". Supaya terobosan-terobosan mengalir bak banjir, karena surat yang menumpuk di meja para pejabat akan jadi tahanan belaka apabila substansi dari surat-surat pemerintah itu tidak nyata dan giat melayani warga

Tak terasa tulisan ini sudah agak panjang dan si petugas kebersihan telah usah merapikan ruang pejabat yang berisi tumpukan dokumen surat masuk dan keluar. Karena, esok akan ada pejabat baru hasil lelang dan mutasi jabatan. 


Sehingga si petugas kebersihan harus menyortir surat yang tak berguna lagi dan akhirnya harus dia bakar. Bersama dengan kepulan asap dokumen administratif itu, disana ada harapan supaya "Surat Edaran" betul-betul beredar di angkasa raya Nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here