Jenderal VS Mayor - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 31 Maret 2021

Jenderal VS Mayor

 

Ilustrasi Tribunnews.com


KLB Deli Serdang menjadi kotak pandora yang bukan sekedar menyuguhkan satu peristiwa politik. Namun, KLB Deli Serdang membuka banyak ruang dalam bangunan partai berlambang bintang mercy.

Moeldoko sebagai orang yang dinyatakan merebut paksa partai. Narasi pemerintah bermain mata dengan pihak-pihak KLB menjadi jurus ampuh yang dimainkan oleh pihak AHY. 

Aktor-aktor lawas alias tokoh senior partai berlambang bintang mercy kembali ke gelanggang. Semangat berapi-api seakan mewakili aspirasi yang selama ini terpendam. Nama-nama beken seperti Marsuki Ali, Jhonny Allen Marbun, Max Sopacua, Nazaruddin dan Darmizal. Muncul di depan publik menyampaikan keprihatinan atas partai yang pernah mereka besarkan.

KLB telah memberi jalan membuka lembaran hitam berbagai peristiwa yang ikut melibatkan tokoh partai ataupun petinggi partai bagi pihak internal maupun eksternal partai berlambang bintang mercy. 

Kehadiran Moeldoko dalam pusaran KLB Deli Serdang terlihat hanya memanfaatkan gejolak internal yang memungkinkan bagi Moeldoko muncul dari second line. Bagi Moeldoko muncul di KLB Deli Serdang menjadi langkah taktis menghitung kemungkinan-kemungkinan politik.

Bagi AHY kehadiran KLB Deli Serdang memberikan peluang lebih banyak muncul menyampaikan aspirasi politik. Membuka ruang komunikasi dalam menjangkau spektrum politik yang lebih luas.

Baik Moeldoko atau AHY KLB Deli Serdang menjadi momen yang dapat dimanfaatkan memunculkan diri dalam panggung politik. Siapa yang diuntungkan menjadi soal lain? Karena, semua pihak dapat diuntungkan dengan peristiwa ini. 

Namun, pemerintah mampu menunjukkan satu fakta terhadap KLB Deli Serdang yakni pemerintah objektif. Semoga peristiwa politik ini, memberikan ruang refleksi yang lebih luas.

AHY perlu belajar memahami Intrik internal maupun infiltrasi eksternal yang masih sangat mungkin terjadi. Penolakan Kemenkumham terhadap KLB Deli Serdang bukan akhir dari safari politik Moeldoko bersama pihak KLB Deli Serdang.

Peluang ke pengadilan masih sangat mungkin dan mengkonsolidasikan pihak KLB Deli Serdang menjadi satu partai politik masih terbuka. 

Apa langkah selanjutnya biar pemberitaan yang mengabarkan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here