Bom Kok Ber-Episode Mirip Sinetron Saja - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 31 Maret 2021

Bom Kok Ber-Episode Mirip Sinetron Saja

Ilustrasi by Nasional.Sindonews.com

Ilustrasi by NasionalTempo.co


Jualan ketakutan lewat bom bunuh diri seakan jadi aji mumpung bagi pihak yang memiliki kepentingan. Doktrin yang dibungkus hasrat dollar telah mengorbankan manusia yang berada di usia produktif.

Gereja dan Mabes Polri telah menjadi sasaran tak ada manusia yang waras merelakan diri secara konyol menyerahkan tubuh tercabik-cabik dan tertembus peluru dengan janji manis. Deretan peristiwa bom bunuh diri itu membuka mata bahwa ada anak bangsa yang telah terpengaruh begitu dalam doktrin teror.

Bila ini atas nama ajaran agama maka secara naif kalangan tertentu menggunakan ajaran agama yang sarat nilai menjadi tak ternilai dengan perilaku yang jauh dari kata manusiawi dan beradap.

Tubuh dan Kehidupan menjadi anugerah terindah yang didapatkan oleh manusia. Begitu membingungkan plus memilukan bila ada orang yang membiarkan tubuh dan kehidupan yang dimilikinya menjadi sirna dengan aksi-aksi yang jauh dari kata mulia apalagi suci.

Banyak yang menuding peristiwa teror yang berentetan menyerupai episode sinetron didesain oleh perangkat kekuasaan. Namun, nada yang demikian hanya akan memberikan sikap saling tidak percaya antar kita. Padahal ancaman teror dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.

Mengedepankan sikap waspada dan berhati-hati serta saling mengingatkan terkait ancaman teror jauh lebih baik ketimbang menyulut sikap yang tidak care dengan sesama anak bangsa. 

Dua aksi teror yang melibatkan perempuan mesti ditelisik lebih jauh. Perempuan yang identik dengan sikap lemah lembut itu kini telah dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. 

Teror itu perlu penanganan yang lebih serius dan upaya pencegahan yang melibatkan semua kalangan. Jangan biarkan usia-usia produktif anak bangsa terenggut oleh aksi-aksi teror.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here