Jujur Menjadi Kunci Melihat Secara Jernih Peristiwa Di Depan Gereja Katedral Makassar - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 29 Maret 2021

Jujur Menjadi Kunci Melihat Secara Jernih Peristiwa Di Depan Gereja Katedral Makassar

 

Adam Malik Direktur Fides Channel

Sudah sewajarnya kita berkata jujur dan mengakui bahwa di dalam tubuh umat Islam itu terdapat penyakit yang menggerogoti. Penyakit ini berasal dari pahaman keagamaan yang di adopsi oleh kalangan yang haus akan keinginan belajar agama namun keliru dalam hal aplikasi. 


Kasus Bom Bali 1 dan 2 serta gejolak Timur tengah hingga kasus bom bunuh diri di Samarinda. Kesemua itu harus diakui berawal soal pahaman jihad yang ditafsirkan secara serampangan. Teorisme itu ada benar-benar nyata dan mereka menggunakan terma-terma dalam Islam. 


Kasus Samarinda itu adalah tampilan pelaku dengan pahaman keagamaan yang seadanya. Dengan segala kejujuran di dalam Islam pun ada orang yang bermental seperti itu hanya saja belum berani. Buktinya dari beberapa video aksi 4 November kemarin saya lihat kata bunuh, anjing, kafir, begitu mudah saja di ucapkan tanpa memperhatikan resiko psikologisnya.


Tak ayal aksi seperti ini banyak di tunggangi kelompok elitis Islamisme. Kita bedakan mana Islam mana Islamisme. Jujur umat Islam berdasarkan perabaan intelektual saya bagaikan anak yang di tinggg induknya. Ini bukan lagi konspirasi, bukan lagi soal Yahudi, Nasrani, tetapi kalangan elit Islam saja yang kurang peduli. 


Mari kita coba amati pelaku, apa yang keliru dari Islam dan perilaku keislaman kita. Pelaku itu tak tahu apa, awalnya mereka hanya ingin belajar agama, kasus ada teman yang dulumya suka saya ajak berdiskusi tetapi setelah mengikuti salah satu pengajian di kampusnya gayanya berubah, sudah akhi-akhi kanlah, ukhti-ukhtianlah semua pola dan tingkah lakunya berubah bahkan pernah saya di bilangi kita harus berjihad Adam, "perang membela Islam" He.he.he.he aneh tapi nyata. 


Pokokek teroris itu ada topengnya boleh jadi pakai Islam, Kristen, Yahudi, "jangan mau dimanfaatkan pake ayat-ayat suci tuk bertindak yang melecehkan nilai-nilai kemanusiaan".

Semoga kasus yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar mampu menjadi pelajaran bagi semua kita dalam menghargai perbedaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here