Sinjai Identitas dan Historis - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 27 Februari 2021

Sinjai Identitas dan Historis

 

Ilustrasi by Www.fideschannel.com


Secara kultur masyarakat Sinjai menjadi penutur dua bahasa yaitu bahasa Bugis dan bahasa Konjo. Proses interaksi dan komunikasi dua penutur bahasa tersebut, membuat masyarakat Sinjai mampu menyerap segaligus melahirkan dialek dan corak sebagai penutur bahasa yang khas masyarakat Sinjai. 

Bagi penutur bahasa Bugis menyebut kata "wanua" dan "wae". Tetapi, dalam dialek Sinjai akan sedikit mengalami perubahan dengan sebutan "hanua" dan "u'hae". Dialek Konjo juga dapat ditemui hal serupa dalam penyebutan kata yang berbeda dengan dialek Konjo yang lain. 

Kekhasan dialek yang dimiliki masyarakat Sinjai dengan penyebutan "w" dalam beberapa kata tertentu menjadi "h". Proses interaksi antar dua penutur bahasa antara bahasa Bugis dan bahasa Konjo membuat masyarakat Sinjai memiliki kemampuan berbahasa atau setidaknya mampu memahami kedua-duanya.

Salah satu yang menarik dalam interaksi berbahasa yang dimiliki masyarakat Sinjai dengan menggunakan bahasa berbeda dalam berkomunikasi. Namun, mampu memahami apa yang diucapkan oleh penutur baik yang berbahasa Bugis atau yang berbahasa Konjo. 

Mencermati interaksi masyarakat Sinjai dalam bertutur dengan menggunakan bahasa berbeda, mengingatkan akan jargon "speech of life" bahwa dalam proses berbahasa ada bahasa kesepahaman. Walau seorang penutur dengan kemampuan berbahasa sesuai bahasa ibunya (bahasa keseharian-nya), mampu menjalin komunikasi dan memahami penutur bahasa yang berbeda dengan bahasa ibunya.

Sinjai hidup dalam dua bahasa yang segaligus mempertegas keragaman akan makna kesinjaian. Saling memberi ruang dan menghidupkan nilai-nilai yang tertanam dalam kebudayaan menjadi spirit yang semestinya dimengerti tanpa intrik.

Akar historis Sinjai dapat dipahami dalam dua khazanah kebahasaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sinjai. Secara historis Sinjai tergambar dalam dua federasi kerajaan yaitu Federasi Tellu Limpoe dan Federasi Pitu Limpoe.

Federasi Tellu Limpoe terdiri atas tiga kerajaan yang berbasis di pesisir yakni Tondong, Bulo-Bulo dan Lamatti. Federasi Pitu Limpoe terdiri atas tujuh kerajaan yang berbasis di pegunungan yakni Manimpahoi, Manipi, Terasa, Turungan, Suka, Bala Suka dan Pao.

Secara historis keberadaan dua federasi kerajaan menjadi geneologi keberadaan Kabupaten Sinjai. 

Proses perjalanan panjang masyarakat Sinjai dengan keragaman kultur, bahasa dan organisasi kekuasaan yang ada memberikan inspirasi dalam menatap masa depan Sinjai yang diperuntukkan untuk semua

Selamat hari jadi Sinjai yang ke-457 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here