Sejauh Apapun Kakimu Melangkah Jangan Pernah Melupakan Tempat Dimana Kamu Belajar Berjalan - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 24 Februari 2021

Sejauh Apapun Kakimu Melangkah Jangan Pernah Melupakan Tempat Dimana Kamu Belajar Berjalan

 

Najamuddin*

Beberapa waktu yang lalu saya menulis di status wa "sejauh apapun kakimu melangkah jangan pernah melupakan tempat dimana kamu belajar berjalan".


Entah darimana datangnya kata" itu? Datang begitu saja dan langsung kutulis tanpa banyak berpikir juga tak mengulang pengetikan setiap katanya.


Aku sendiripun tak mengerti apa makna dari dari setiap kata yang kutulis, hanya yang terpikirkan olehku beberapa orang tokoh terkenal yang sangat kukagumi.


B.J. Habibie, Presiden RI ketiga  yang telah mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia melalui banyak temuannya di bidang kedirgantaraan.


Beliau telah hidup mapan di Jerman tapi lebih memilih  kembali ke Indonesia dengan kehidupan yang tidak lebih baik. Semua dilakukannya demi pengabdian kepada negeri tercinta tempat ia dilahirkan.


Syech Yusuf Al-Makassari kembali ke tanah Gowa  untuk mengamalkan ilmu agamanya setelah merantau puluhan tahun ke negeri Arab. 


Beliau juga membantu perjuangan Kerajaan Gowa melawan penjajah sampai akhirnya harus diasingkan ke srilanka sampai Afrika negeri yang jauh dari tanah kelahirannya.


KOMPAK (Komunitas pajama kayu) sebuah organisasi resmi yang dibentuk oleh para tukang di sulawesi selatan khususnya Kabupaten Gowa.


Organisasi ini mampu menepikan persaingan dan perbedaan pendapat diantara mereka dan melakukan gerakan sosial dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan mereka setiap bulannya.


Dana yang terkumpul disumbangkan untuk kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan. Kebanyakan di kirim ke kampung salah satu anggotanya untuk membantu warga setempat.


Dari kedangkalan ilmu penulis dalam menyingkap makna di balik kalimat pembuka dari tulisan ini. Sudi kiranya para pembaca yang budiman membantu sesuai pendapatnya.


Ketiga contoh di atas hanya sedikit gambaran sifat mulia yang dilakukan orang" dalam ruang lingkup yang luas dan kecil dan dalam kurun waktu yang berbeda.


Ini juga menjadi bukti bahwa orang-orang baik akan selalu ada dari generasi ke generasi.


Najamuddin (Tokoh Muda Desa Sicini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here