Politik Picisan Pengais Simpati - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 24 Februari 2021

Politik Picisan Pengais Simpati

 

Remotivi.or.id

Bukan karena senyuman yang sembringa terpasang di seluruh penjuru sudut jalan sebagai indikator kebahagiaan bagi pengguna jalan dan warga


Justru poster yang banyak mengumbar senyum di trotoar dan pinggir jalan punya potensi menghilangkan senyuman warga di pagi hari. Sebab, poster yang terpasang di pinggir jalan akan membuat pejalan kaki kehilangan haknya. Para pejalan kaki bisa saja ketinggalan kendaraan umum dan bagi penjual warungnya bisa terhalangi yang membuat mereka kehilangan pelanggan. Sisi lain, kehadiran poster jauh dari kata indah bagi tata ruang kota, bahkan kehadirin poster yang mengumbar senyum hanya akan membuat sumpek tata kota. Poster seakan menjadi jurus jitu bagi segenap pengais jabatan lima tahunan di negeri ini.


Poster yang memotret bagian tubuh seakan menghadirkan hal-hal kongkrit dari si pemilik poster. Tetapi, benarkah demikian atau hanya sebatas pemanis di taman kota ? Kebenaran dari si pemilik poster kadang menimbulkan keherangan bagi mereka yang mengenal sisi-sisi kehidupan pemilik poster. 


Yang kadang jauh dari kesan yang terpotret dari kehidupan nyata dibandingkan dengan kesan yang terpotret di poster. Bagi warga yang telah surplus menerima senyuman lewat potret tiap lima tahunan telah begitu paham bahwa dibalik surplus senyuman disana ada defisit kuasa. Mungkin saran bagi para akademisi, penulis dan peneliti, untuk melakukan research terkait hubungan senyuman yang sekian inci, sentimeter dan millimeter di poster dengan tingkat libido kebutuhan untuk berkuasa. Semoga dengan kehadiran penelitian semacam itu akan membuka mata warga dan mengetahui kedok senyuman di poster-poster yang hari ini akan benar-benar terasa kehadirannya.


Walaupun bila ditelusuri di tengah-tengah warga seberapa sering mereka bertemu dan bertegur sapa dengan pemilik senyuman di poster. Mungkin kini ungkapan "Tak ada poster, maka tak ada senyuman" dan "Orang kadang bertanya ini, musim apa? 


Maka liriklah sepanjang pinggir jalan, apabila melihat poster senyuman terpasang di pinggir jalan bak lari maraton, maka jawabannya ini musim poster senyuman" ada baiknya di musim ini warga save kontak Badan Penanggulangan Bencana khawatir curah senyuman melampaui batas normal yang membuat meluber hingga terjadi banjir senyuman. 


Bisa-bisa warga terbawa arus derasnya "Kali Politik" yang membawa material amplop dan sembako


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here