Mengaransmen Ulang Khutbah - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 19 Februari 2021

Mengaransmen Ulang Khutbah

 

Ilustrasi by islam.nu.or.id

Ibarat musik khutbah memang perlu aransmen ulang. Nadanya sudah sedemikian berat dan penyayinya sudah teramat kedodoran hingga nadanya sudah sedemikian fals di hadapan komposisi nada zaman yang telah berubah. 


Jamaah ibarat penonton yang ingin mendengarkan alunan nada yang begitu apik. Orang datang ke mesjid ingin mendapatkan kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. 


Tetapi, suguhan khutbah kadang membawa suasana penuh amarah dan umpat-mengumpat yang begitu mengerikan. Terasa datar dan membuat jiwa kering padahal suhu ruangan bak salju di negara-negara Eropa. 


Namun, suhu padang pasir masih terasa di sekujur tubuh lewat umpatan-umpatan yang teramat disharmoni dengan jargon "Islam Rahmatan Lil Alamin". Semestinya kemewahan interior dan fasilitas membuat mesjid jading corong yang membawa kesejukan dan keharmonisan menjadi rumah yang ramah bagi orang beribadah dan orang yang bersahaja tak membeda-bedakan agama dan suku serta status ekonomi dan pangkat.


Segmen jamaah yang datang pada shalat jumat terbagi tiga. Pertama, segementasi jamaah garis depan yang biasannya diisi oleh mereka yang sepuh. Kedua, segmentasi jamaah ideologis khas kelompok hijrah. Ketiga, segmentasi jamaah garis luar biasanya ini yang rame di luar areal mesjid. Segaligus kelompok segmentasi ketiga ini yang banyak dapat teguran dari penceramah sebab khutbah menjadi satu rangkaian dengan shalat jumat yang dua rakat.


Tapi, terlalu dini bagi para tukang khutbah mencemooh para jamaah garis luar. Terkadang para tukang khutbah hanya menengok dari atas mimbar tak menengok olahan dan suguhannya saat berkutbah.


Jangan-jangan jamaah garis luar itu, semacam tanda tajwid yang mesti diperhatikan. Membaca tanda itu menjadi perkasa yang mesti dirasakan oleh para tukang khutbah.


Jamaah kini terkadang terlalu maju meninggalkan para tukang khutbah yang biasa mengutip hoax yang merusak pikiran jernih para jamaah. Semoga tak terlambat mengaransmen ulang khutbah demi meningkatkan kualitas jamaah. 


Terkadang khutbah menjadi boring dan garing sebab telah terlampau di copy setiap saat dari tahun demi tahun digulirkan.


Nada khutbah yang sejuk dan berkualitas akan membuat jamaah lebih bersahaja dan banyak senyum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here