Membaca & Memimpin - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 23 Februari 2021

Membaca & Memimpin

 

Ilustrasi by Lifepal.co.id

Hasyanto*

Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh Tuhan. Sejak diciptakannya hingga kini, manusia telah menciptakan peradaban yang sangat maju. Kehidupan yang dulunya sangat primitif kini jadi sangat modern. Hal demikian karena manusia dianugerahi akal oleh Tuhan sebagai potensi manusia untuk melakukan kegiatan-kegiatannya dan melakukan perubahan, selain itu akal menjadi pembeda terhadap seluruh makhluk yang diciptakan oleh Tuhan yang maha pencipta. 

Cerita masa lalu, pengalaman dan gosip-gosip perempuan spritual (Perempuan dan perburuan Penyihir: Silvia federici), menjadi pembelajaran awal untuk melangkah dan berbuat lebih baik kedepan, menjadi penerang pada kegelapan serta petunjuk dalam kesesatan. 

Sedang di era modern, kini telah berkembang menjadi berbagai tulisan yang dibukukan yang dalam disiplin ilmunya di kenal sebagai ilmu sejarah. Dengan sejarah yang berbentuk perbuatan, tingkah laku, cara hidup serta bentuk pemikiran manusia yang dituliskan, kemudian dipelajari oleh generasi selanjutnya dan kini mampu membuat terobosan baru, pemikiran baru, serta gaya hidup manusia dalam menjalani kehidupan mereka.

Contohnya, manusia yang dulunya hidup di gua-gua dan berpindah-pindah untuk mendapatkan makanan, kini manusia telah mampu membuat tempat tinggal mereka sendiri dan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, bahkan lebih megah lagi. 

kehidupan masa lalu tak akan terulang kembali pada kehidupan masa depan. Sebab mereka yang sadar untuk melakukan perubahan, membuat masa depan mereka lebih maju dan berkembang. Semua ini karena manusia mampu memahami kondisi yang mereka hadapi dengan bermodal sejarah kehidupan masa lalu dengan potensi akalnya dan membaca setiap keadaan kemudian merenungkan diri untuk membuat perubahan. Karena seharusnya mereka mampu membaca setiap jejak yang mereka pilih, agar mampu menghindari lubang kegelapan yang akan membawanya kembali pada kehancuran masa lalu.

Membaca sangat penting untuk terus menjalani kehidupan. Membaca literatur kehidupan masa lalu, membaca setiap kondisi, membaca kejadian sekitar untuk mengarah dan melangkah ke arah perubahan dan pembaharuan.

Mengulas sedikit perintah membaca dalam sejarah islam.
Membaca yang diartikan secara luas dalam secara islam tertuliskan bahwa pada saat Rasulullah Saw berada di dalam Gua Hira, kemudian didatangi oleh Malaikat Jibril, pada saat itulah Nabi Muhammad Saw menerima firman Allah pertama kalinya. "Iqra" (Bacalah). Tuhan menyampaikan pesan agar Nabi SAW membaca dan memahami setiap bentuk peristiwa, keadaan serta kondisi sekitarnya. Beliau diamanahkan oleh Tuhan untuk melakukan perubahan, dan mengembalikan Aqidah/keimanan umat manusia untuk menyembah Allah SWT. Serta membenahi kehidupan sosial masyarakat Arab waktu itu. Yang keberhasilannya kita rasakan saat ini. Namun jika mengulas sejarah intelektual di barat, penulis merujuk pada filsuf bahasa, khususnya semiotika di Barat.

Bahwa setiap simbol dan peristiwa dan keadaan merupakan teks, sedang teks merupakan hal yang perlu dibaca dan dipahami oleh setiap manusia

Terkait persoalan pemimpin dewasa ini, pemimpin-pemimpin kita tak pernah hentinya menerima hujatan serta kritik kebencian dari masyarakat akibat kebijakan yang diputuskan sering tidak pro-rakyat. Entah apakah masyarakatnya yang bermasalah atau pemimpinnya. 

Maka dari itu demi mewujudkan pemimpin yang luar biasa dan ideal demi melakukan pembaharuan, pemimpin tersebut harus mampu membaca berbagai macam sejarah, baik yang tuliskan di buku-buku atau melalui diskusi atau cerita-cerita pemimpin sebelumnya,  hal ini akan membuat pemimpin mengetahui kesalahan masa lalu, sehingga tidak terjebak pada kesalahan yang sama kedepannya. Kedua, pemimpin harus membaca berbagai literatur keilmuan, baik ilmu sosial, ilmu alam, ilmu agama serta ilmu lainnya yang nanti akan menjadi referensi serta landasan gerak untuk melakukan perubahan. Ketiga, pemimpin harus mampu membaca setiap peristiwa dan keadaan sekitar, karena keadaan tak pernah menyampaikan dirinya sendiri, namun seorang pemimpinlah yang harus peka terhadap lingkungannya. 

Sehingga mampu bertindak secara gamblang dan terarah yang akhirnya mampu menjawab kebutuhan masyarakatnya. Dengan membaca, Pemimpin yang pada awalnya hanya menjadi konsumen pemikiran dalam menjawab berbagai tantangan dan persoalan, lama kelamaan ia akan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya dengan membentuk pemikirannya sendiri dan kemudian akan menjadi langkah awal menjadi produsen pemikiran yang kemudian akan menjadi penggerak atau landasan gerakan masyakarat dalam menjawab persoalan-persoalan yang dihadapinya.

Tulisan ini merupakan tulisan untuk mengkritik diri pribadi  penulis serta membangun kesadaran penulis. sehingga mampu menjadi pemimpin yang mempuni kedepannya. sehingga tak  ada unsur untuk menyinggung berbagai pihak.


Hasyanto (Aktivitas IMM UINAM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here