Krisis Ekologi - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 20 Februari 2021

Krisis Ekologi

 

Ilustrasi by Wikipedia.org

Hasyanto*

Menatap langit yang kian menua, namun tak pernah berhenti menumbuhkan tanaman dan hasil bumi demi kelangsungan hidup manusia.


Alam yang katanya semakin menua. Namun peradaban tetap berputar membangun bangunan dan infrastruktur, demi track record sebuah pemimpin terhadap masyarakat yang dipimpinnya.


Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya yang dapat mengurangi angka kemiskinan. Juga tidak dapat dipungkiri, bangsa ini masih cukup banyak angka kemiskinannya, yang harusnya masyarakat hidup dengan sejahtera. 


Entah kemana seluruh hasil bumi di Nusantara tercinta ini. Banyak pembukaan lahan, hasil bumi terus digali hingga ke inti bumi, minyak bumi yang hentinya dihisap, serta banyaknya tambang pasir yang meratakan gunung dan bukit-bukit. 


Tapi hasilnya hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Dan masyarakat hanya merasakan dampak dari hal di atas. Contohnya bencana alam yang hampir tiap tahunnya terjadi di Indonesia.


Yah Tahun demi tahun Indonesia menjadi langganan bencana, yang meresahkan masyarakat setempat. Bencana alam yang seolah tertata rapi dan tersusun hingga suatu wilayah hanya perlu bersiap menerima bencana tersebut. Terhitung dari Lombok, Palu, Luwu kemudian Mamuju, entah di mana berikutnya, seolah bencana tersebut sudah menjadi hal wajib adanya di negara kita setiap tahunnya.


Kita ketahui dan pelajari bersama terkait pentingnya menjaga lingkungan dan kajian ekologi, sering dikatakan bahwa terjadinya bencana alam akibat ulah manusia itu sendiri, seperti terjadi banjir di berbagai daerah diakibatkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air hingga meluap jadi banjir yang kemudian meresahkan masyarakat. Penggundulan lahan serta perataan gunung serta bukit-bukit yang akhirnya terjadi gempa yang meruntuhkan bangunan rakyat. Serta bencana lainnya yang tidak lepas dari ulah manusia sendiri.


Mengapa ini terjadi tiap tahunnya, padahal satu bencana bisa menjadi pelajaran serius yang bisa kita ambil untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya. 


Namun tetap saja sulit mencegah hal tersebut. Sebab manusia yang tak pernah puas meratakan hutan demi menggapai keinginan serta berlangsungnya pembangunan di ibukota. Pembangunan yang hanya di rasakan masyarakat kota kemudian dampaknya harus diterima masyarakat pinggiran kota.


Pembangunan yang katanya sangat dibutuhkan masyarakat tapi justru meresahkan masyarakat


Kita dapat melihat banyak film dokumenter yang telah rilis, contohnya sexi killer. Yang menggambarkan pembangunan di yang katanya dibutuhkan tapi justru meresahkan.


Krisis ekologi menjadi hal mendasar yang perlu kita benahi di masyarakat Indonesia. Baik menggunakan pendekatan kultural, agama atau cara tertentu yang diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat untuk menjaga tatanan lingkungan hidup mereka. 


Krisis ekologi yang terjadi yang membuat setiap makhluk hidup tak memiliki rasa harmonisasi dalam menjaga setiap aspek kehidupan, terutama pada manusia yang senantiasa menuruti keinginan hidupnya, bukan kebutuhan hidupnya.


Hasyanto (Aktivitas IMM UINAM)

1 komentar:

  1. Betul pak ketua, ketidak adilan ekonomi dan pembangunan yang mengatas namakan kebutuhan masyarakat adalah problem besar suara rakyak harus tersampaikan. Hidup rakyat.

    BalasHapus

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here