Kisah Sopir Truk: Kisah Mitra Antara Kita (Konsumen) dan Kebutuhan (Produk) - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 05 Februari 2021

Kisah Sopir Truk: Kisah Mitra Antara Kita (Konsumen) dan Kebutuhan (Produk)

 

Ilustrasi by Www.pngwing.com

Mesin forklift kontainer bergerak mengangkat kontainer ke mobil truk. Tanda sopir akan melakukan perjalanan jauh membawa barang milik para konsumen. Aktivitas seperti ini menjadi rutinitas bagi orang yang sering melihat aktivitas bongkar muat di hampir semua pelabuhan. 


Pandemi Covid 19 melanda dunia, banyak Negara menjadi korban. Pandemi ini adalah bencana kemanusiaan bagi semua warga negara. Efek paling menyakitkan dari pandemi ini, ribuan manusia menjadi korban dari ganasnya penyakit ini. Ekonomilah yang paling terdampak dari virus corona. 


Tapi ada orang yang tak di liput kamera tetap semangat melewati batas demi batas jalan, melewati jalan terjal, menembus malam menuju pagi. Mereka membawa bahan makanan, obat-obatan dan semua keperluan hajat manusia. 


Bahkan, Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan ucapan terima kasih pada mereka. “Kepada setiap sopir truk yang sedang mendengarkan di radio saat menyetir, saya tahu saya berbicara atas nama 330 juta lebih rakyat Amerika, kami mengucapkan: Terima kasih Tuhan atas para sopir truk,” kata Trump. 


Begitu urgennya tugas para supir sebagai lokomotif perputaran barang di suatu negara. Tidaklah berdaya ekonomi negara tanpa peran sopir truk ini. Kita sedang mengutip pernyataan kepala negara yang memerhatikan sopir truk di negaranya. 


Bahkan jauh sebelum Trump menjadi presiden, proteksi para sopir di negara Amerika ini sudah saat rapi, sopir dalam perjalanan di haruskan singgah di tiap pos pemeriksaan, mereka bisa beristirahat, memeriksa tekanan dan seluruh yang menyangkut kebutuhan mereka. 


Tak heran jika banyak orang yang ingin berprofesi sopir di negara ini. Selain terpenuhi kebutuhan primer dan sekunder mereka juga mengoperasikan kendaraan yang bagus dan memenuhi standar keselamatan. Begitulah pujian dan Trump dan pelayanan pada para sopir di negaranya. 


Lalu, bagaimana para sopir di Indonesia? Stigma apa yang harus kita berikan pada mereka? Dan tuntutan bagaimana yang harus di suarakan pada pemerintah untuk para sopir tersebut. Ratusan ribu kilometer rute yang harus mereka tempuh, mereka bertaruh nyawa demi pelayanan agar barang dapat sampai tujuan dengan selamat, mereka berjasa demi aktivitas ekonomi tapi mereka pun tak pernah lepas dari stigma buruk, parkir semba tempat, ugal-ugalan, mobil yang tidak layak jalan. 


Banyak stereotip buruk untuk mereka. Kadang untuk para sopir kita harus membela tapi kadang harus menyalahkan atas tiap tindakan yang mencelakakan diri dan orang lain. Bagi pemerintah bagaimana merevolusi mentalitas mereka?. Buatkanlah mereka akses agar mereka dapat tetap belajar. 


Berikan pahaman pada mereka dan lebih penting lindungi mereka. Jangan biarkan para sopir bertarung sendiri ketika mendapatkan masalah. Proses ini amatlah sulit dan lama. Tapi harus!. Sopir adalah mitra dalam siklus ekonomi. Membayangkan suatu saat nanti tak ada lagi sopir ugal-ugalan, semua tertib dan mereka sejahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here