Inspiratif Story - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 01 Februari 2021

Inspiratif Story

Usman Lonta*


Tiga orang bersabar karib sejak SD hingga masing-masing tamat SMA. Setelah menyelesaikan studi di SMA, mereka bertiga berpisah. Masing-masing mengarungi kehidupannya. Seorang menekuni dagangannya sebutlah namanya Basri. Seorang lagi menggarap kebun dan sawah warisan dari orang tuanya sebutlah namanya Ahmad. Seorang lagi meerantau ke Negeri Jiran sebagai TKI Sebutlah namanya Umar.


Tiga sahabat karib telah berpisah selama sepuluh tahun dengan menggeluti profesi masing-masing. Kabar kedatangan Umar yang baru saja balik dari Malaysia. Kabar kedatangan Umar, telah terdengar oleh Ahmad. 


Ahmad yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani. Mengajak isterinya untuk bersama-sama menemui sahabat karibnya yang lama tidak berjumpa. Ahmad menebang pisang yang lagi mengkal yang ada di kebunnya lalu mengajak isterinya bersilaturrahim dengan sahabatnya Umar.


Ahmad pun bergegas menemui sahabatnya di rumah orang tua Umar. Terjadilah dialog diantara keduanya. "Bagaimana kabarmu Umar?", sebut Ahmad.

" Alhamdulillah baik, sehat", sahut Umar.


Umar menyampaikan kondisi yang dialaminya selama meninggalkan kampung halaman selama 10 di rantau orang.

 "Saya gagal mad", jelas Umar.

"Yah, syukuri apa yang ada", kata Ahmad menasehati sahabatnya. 


Perbincangan antar keduanya berlangsung lama dan menghabiskan rasa kangen Ahmad pun pamit. Sesaat sebelum berpisah sontak Umar menyerahkan dengan ungkapan yang sangat tulus. "Meskipun saya gagal di rantau seberang mad, saya hanya bisa beli cincin emas Malaysia seberat 5 gram. Ambillah ini sebagai tanda persahabatan kita", jelas Umar.


Dengan berat hati Ahmad menerima pemberian sahabatnya tersebut, sembari berpamitan. Saat perjalanan pulang, Ahmad ketemu Basri. "mad dari mana mad", demikian Basri menyahut sahabatnya. 


Ahmad pun menyampaikan kunjungannya ke Umar sahabat karib mereka berdua. Ahmad menceritakan kepada Basri bahwa sahabatnya Umar yang merantau ke Malaysia tidak berubah sampai hari ini. "Umar tetap seperti dulu", sebut Ahmad.

"Oh.... Begitu", sahut Basri.

"Kalau begitu oleh-oleh apa yang kau dapat dari sahabat kita?", sebut Basri.

"Saya di beri 5 gram emas Malaysia", jelas Ahmad.

 "Baik betul si Umar yah", sebut Basri "Iyalah", jawab Ahmad

 "Terus kau bawakan apa?", sebut Basri.

"Saya bawakan setandang pisang hasil kebunku", jawab Ahmad yang mengakhiri percapannya dengan Basri.


Dalam perjalanan pulang ke rumahnya Basri berpikir betapa baiknya sahabatnya Umar, dibawakan setandang pisang lalu memberikannya 5 gram emas. 


Bagaimana kalau besok saya ke rumahnya dan membawakan makanan yang lebih istimewa dari apa yang dibawakan oleh Ahmad. Setibanya di rumah Basri panggil isterinya dan menyuruhnya untuk menyiapkan makanan yang paling istimewa untuk dibawakan kepada Umar sahabatnya yang baru pulang dari Malaysia. Isterinya pun mempersiapkan apa diperintahkan oleh suaminya, Dia mempersiapkan Burger King, Pizza Hut, KFC, dan berbagai macam makanan enak lainnya. Sambil berkata kepada isterinya bahwa pasti oleh-oleh dari Umar jauh lebih baik dan mahal daripada apa yang diberikan kepada Ahmad.


Berangkatlah Basri bersama isterinya ke rumah Umar. Saat tiba Umar pun menyambutnya dengan sangat ramah, sebagai sahabat yang lama tidak ketemu. Mereka berangkulan sambil bertanya satu sama lain dengan penuh keakraban. 


Setelah lama bercengkrama saling melepaskan rasa kangen. Si Basri pun pamit. Sontak Si Umar menahan dan memberikan oleh-oleh setandang pisang dan mengatakan bahwa tinggal ini barang saya sobat. Saya gagal di rantau seberang, setandang pisang ini pun dibawakan oleh Ahmad sahabat kita dulu. Dia tetap Ahmad yang dulu yang tulus dan ihklas merawat persahabatan. 


Usman Lonta (Anggota Legislatif DPRD Sul-Sel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here