Ini Baru Kabar Bak Petir di Siang Bolong - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 26 Februari 2021

Ini Baru Kabar Bak Petir di Siang Bolong

 

Ilustrasi by Wikipedia.org 


Kabar mengejutkan subuh hari ini adalah penangkapan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Makassar, membuat Nurdin harus digiring ke Jakarta pagi ini. Mantan Bupati Bantaeng ini, ditangkap bersama uang Rp. 1 Milyar, yang anehnya uang itu diamankan di tempat berbeda, Nurdin ditangkap di rumah dinas saat baru saja tidur, sementara uang 1 Milyar jauh di luar rumah.

Tapi apapun itu, jika Nurdin benar terlibat kasus suap atau korupsi, sehingga diamankan, maka ini adalah mimpi buruk yang akan mengubur sederet prestasi sang gubernur. Nurdin Abdullah bukan gubernur biasa, beliau dua periode menjabat Bupati Bantaeng dengan catatan gemilang. 

Di tangannya, Bantaeng yang selama ini hanya dilewati oleh pelancong dari Makassar yang akan menghabiskan waktu di Tanjung Bira dan Bulukumba, kini mulai melirik kabupatan di pesisir  barat Sulawesi Selatan ini sebagai tempat tujuan wisata baru. Secara ekonomi, pariwisata, hasil pertanian dan perikanan serta tingkat pendidikan warga Bantaeng, melesat cukup tinggi dalam 10 tahun di tangan beliau.

Torehan-torehan prestasi itu membuat Nurdin seolah mendapat karpet merah menuju kursi Gubernur Sulawesi Selatan. PDI Perjuangan bersama partai partai besar koalisinya, tanpa banyak pertimbangan, langsung mengusung Nurdin, hingga akhirnya terpilih dengan mulus. Beliau menjadi Guburnur karena prestasi, bukan sekadar nominal perolehan suara. 
 
Bukan hanya di bidang birokrasi, Nurdin juga mencatat segudang pencapaian di bidang akademik. Beliau adalah satu-satunya Gubernur sekaligus Guru Besar bergelar Professor Doktor sejak tahun 2008, saat masih menjabat Bupati Bantaeng. Di dunia usaha, namanya juga cukup gemilang. Nurdin pernah menjabat sebagai Direktur  PT. Maruki Internasional Indonesia dan President Director of Global Seafood Japan.

Pernah juga menjabat Ketua Umum Masyarakat Perhutan Indonesia Sulawesi Selatan, Ketua Persatuan Alumni Jepang, Ketua Badan Majelis Jami'ah Yayasan Perguruan Islam Athirah Bukit Baruga, dan sederet jabatan lain. Nurdin juga fasih berbicara dengan berbagai bahasa asing, termasuk Bahasa Jepang. Yess, Nurdin memang cukup lama mengenyam pendidikan di negeri sakura, sebelum pulang dan mengabdikan ilmunya untuk kampung halamannya.

Laki-laki kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, kota kelahiran Presiden ke 3 BJ Habibie ini, memang tidak perlu diragukan kualitas intelektualnya. Seluruh tingkatan akademisnya diselesaikan dengan mengagumkan. Beliau tidak saja cerdas dan gigih tapi juga visioner. Target-target yang dikejarnya untuk kemajuan Sulawesi Selatan patut diacungi jempol.

Nurdin tercatat mampu melanjutkan pencapaian pencapaian Syahrul Yasin Limpo, mempertahankan ketahanan pangan Sulawesi Selatan, Propinsi yang nyaris tidak pernah mengalami krisis pangan, salah satu lumbung beras terbesar ketiga di Indonesia dan paling besar di Indonesia, yang selalu surplus tahun ke tahun. Hasil pertanian padi di Sul-Sel, bahkan lebih dari separuhnya dikirim ke luar pulau terutama ke wilayah Indonesia Timur, bahkan juga ke DKI Jakarta.

Sangat disayangkan, jika prestasi prestasi tersebut berakhir hanya karena uang 1 Milyar. Tidak ada apa-apanya dibanding korupsi dan suap yang dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara, tetangganya, yang nilainya mencapai ratusan Milyar. Satu perkara kecil ini akan menenggelamkan seorang Nurdin Abdullah yang selama ini dibangga banggakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Andi Atthira

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here