Haruskah Menikah? - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 05 Februari 2021

Haruskah Menikah?

Aurowina Natalina Rembasolo*


Pernahkah anda mendapatkan guyonan dari teman,  keluarga atau kerabat dengan sebutan: "tidak laku",  "jomblo",  "perawan tua", "ingat umur",  "sudah tua",  "terlalu pemilih", dan berbagai macam guyonan lainnya atau bahkan dipikir anda tidak normal? 


Hanya karena anda belum menikah di usia tertentu. 

Pola sosial seperti itu secara tidak langsung menekankan bahwa Pernikahan merupakan hal yang "Wajib" atau bisa disebut tuntutan sosial. 

Hal-hal ini sudah turun-temurun terjadi di lingkungan sosial kita. Bahkan fenomana juga sering dijadikan bahan bercandaan di sosial media. 


Banyak pernikahan yang dipaksakan dan akhirnya gagal dan menciptakan anak-anak yang broken home


Tapi tulisan ini mau membawa fenomena ini kedalam ranah yang lebih serius. Pertanyaan-nya apakah pernikahan diharuskan? Dan jika tidak, apakah tidak menikah akan menimbulkan keburukan bagi seseorang? Banyak pernikahan yang dipaksakan dan akhirnya gagal dan menciptakan "anak-anak yang broken home". Entah, apakah kedua orang tuanya belum siap untuk menikah atau nemang sebenarnya tidak ingin menikah.


Jika di telaah lebih dalam  pernikahan hanyalah tuntutan sosial, budaya dan agama,  namun tidak semua agama. Karena lebih berat kepada tuntutan sosial.  Maka dari itu tidak sedikit orang-orang heteroseksual yang sebenarnya tidak ingin berumah tangga tetapi terpaksa berumahtangga agar mereka terhindar dari guyonan dan tidak dicap jomblo kesepian, atau dibandingkan dengan  orang lain yang jauh lebih muda tetapi sudah menikah.  Padahal disisi lain mereka lebih bahagia untuk menjadi single dari pada menikah.  


Kondisi lingkungan sosial yang menganggap syarat kebahagiaan orang semua sama membuat seseorang tertekan dan mengukur kebahagiaan mereka sejauh mana orang lain menilai kehidupan mereka.  Padahal kalau dipikir-pikir kebahagiaan adalah "Relatif", karena setiap orang mempunyai standar kebahagiaan masing-masing,  tergantung apa yang menjadi goals dalam hidup mereka. Seseorang mungkin saja akan lebih bahagia dalam sebuah pernikahan tetapi, orang terdekatnya belum tentu akan bahagia.


tidak sedikit orang-orang heteroseksual yang sebenarnya tidak ingin berumah tangga tetapi terpaksa berumahtangga agar mereka terhindar dari guyonan dan tidak dicap jomblo kesepian

 


Aurowina Natalina Rembasolo, S. Psi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here