Geliat Islam Modernis - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 03 Februari 2021

Geliat Islam Modernis

Ilustrasi by Inpasonline.com


Kalangan modernis mewujudkan hubungan kepada tuhan dengan cara kerja keras yang tentunya dibarengi dengan penggunaan akal.


Corak skriptualis memiliki pemahaman normatif terhadap teks, kurang membuka ruang terhadap penafsiran baru, menutup wacana pemikiran alternatif, kurang menunjukkan sikap toleran terhadap keragaman dan lebih menekankan aspek formalistik, legalisme dan simbolistik. 


Corak modernis membuka ruang terhadap penafsiran baru terhadap teks, membuka ruang interpretasi, perlu penafsiran ulang supaya sesuai dengan dinamika masyarakat dan mengedepankan nilai-nilai universal dalam Islam


Perkembangan teologi yang bercorak modernis di Indonesia mendapat ruang yang lebih leluasa kala Harun Nasution lewat IAIN membuka ruang pengajaran teologi Islam atau pemikiran Islam di kampus. Yang memberi ruang lebih luas kepada kalangan Islam melakukan perjumpaan dengan berbagai khazanah pemikiran dan corak keagamaan dalam Islam. Kehadiran tokoh sekaliber Nurcholish Madjid, Abdurahman Wahid, Ahmad Wahib, Syafii Maarif, Amin Rais, Jalaluddin Rahmat dan berbagai tokoh Islam lain yang mendorong corak pemahaman keagamaan yang lebih terbuka.


Para tokoh, ulama dan kaum cendekia Islam di Indonesia telah mendorong segaligus mengembangkan pemahaman keagamaan yang lebih berterima kepada kemajemukan dan pluralitas masyarakat Indonesia. Umat Islam mesti tetap mengambil bagian dalam proses sosial-politik tanpa menuntut embel-embel secara formalistik dan simbolistik dengan mengusung nilai-nilai secara universal (kemanusiaan, keadilan, kejujuran dan hak-hak yang setara) yang terdapat dalam Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here