Din di Negeri Infrastruktur Yang Mulai Kehilangan Tolak Ukur - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 13 Februari 2021

Din di Negeri Infrastruktur Yang Mulai Kehilangan Tolak Ukur

 

Ilustrasi by Wikipedia.org 

Kisah pembela kewarasan dengan narasi yang pas-pasan menghinggapi kepanikan pikiran di kubangan material infrastruktur yang mulai kehilangan tolak ukur.


Nada suara yang mulai tak berirama mencari peruntungan di alunan mesin ketik penyidik biar di selidik hingga tak berkutik. Tapi, benarkah dia yang hendak di telisik membawa virus menukik mengancam NKRI biar tak berkedip?


Infrastruktur yang tak bergeming di dinding-dinding kemiskinan. Mungkin menganggap yang terpinggirkan sebagai karikatur-karikatur komik. Sungguh infrastruktur yang mulai kehilangan keseimbangan antara ruas publik dan privat akan mudah membuat frame dalam menipulasi kekuasaan.


Yang cakap di hadapan publik akan dipercakapkan hingga dipersalahkan. Lalu, benarkah yang tertuduh itu demikian? Kalau yang benar itu sesuai dengan sangkaan yang menyangkakan semestinya Din tak diberi jalan di trotoar istana. Lupakah atau sengaja dilupakan biar dilepaskan ingatan masa lalu, tuk diberi cendramata "radikalis".


Kenapa Din dapat frame radikal? Apakah sudah kehilangan frase hingga daya hayal mulai ngelantur di negeri infrastruktur? Hingga komik ciptaan bisa buat petaka di ruas yang mulai buas mematuk-matuk pembatas jalan kewarasan.


Jangan cari Din di rancang bangun infrastruktur radikalis supaya alis tak tertekuk dengan mulut mengutuk "cap radikalis". Tapi, carilah Din di jalur "Washatiyah, darul ardi wasyahadah dan moderasi beragama". Bagi yang mencarinya akan menemukan-nya dengan ramah. 


Biar yang mencari tahu arah dan tak asal mengarahkan arah panah radikalis. Mengingat ruas-ruas infrastruktur mulai berkarat tertimbun didera kalkulasi yang kian klasik mengusik yang apik di hadapan publik. 


Sekian dan terima kasik, semoga kata tak lagi berisik, menunggu pengusik yang kian berisik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here