UMKM: Kebersamaan dan Keberdayaan Antar Kita - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 20 Januari 2021

UMKM: Kebersamaan dan Keberdayaan Antar Kita

Ilustrasi by Www.fideschannel.com


Terik mentari telah menampakkan diri di ufuk timur perlahan berkas-berkas cahaya mentari telah membuat wajah-wajah terlihat. 


Aktivitas pagi hari telah bermekaran seiring dengan nyala harapan yang terbit menyambut hari dengan penuh pengharapan. 


Bagi seorang pelaku UMKM (Usaha Menengah Kecil Mandiri) yang memotret harapan lewat roda perputaran transaksi kalangan kecil.


Setiap pelaku UMKM menyaksikan di depan mata kesulitan yang dialami oleh warga, daya beli warga yang terkadang pasang-surut mengikuti irama posisi bulan. Kalau masuk di bulan-bulan produktif seperti panen padi, jagung dan tangkapan  ikan memuaskan maka nyala api daput ikut memberi andil kepulan asap. 


Seorang pelaku UMKM akan turut merasakan aroma dapur warga lewat daya beli yang meningkat dan besarnya permintaan barang khusus untuk kebutuhan rumah tangga. 


Namun, bila bulan-bulan produktif itu tak menggairahkan maka pelaku UMKM ikut terkena imbasnya alamat akan banyak tagihan tak terlunaskan menunggu bulan-bulan produktif yang akan datang. 


Karakteristik UMKM yang mengutamakan kebersamaan dan keberdayaan antar kita menjadi pilar yang menyangga UMKM sebagai basis ekonomi kewargaan. 


Basis UMKM teramat mempersyaratkan bahwa siapa saja yang ingin mengambil banyak dalam roda perekonomiannya hanya akan menambah sementara deposit. Namun, selepas itu hanya akan mempercepat pengajuan modal di bank. 


Basis pasar di UMKM ibarat cuaca yang teramat sering berubah-ubah dan tak menentu perilaku transaksinya. Perhitungan siapa yang mampu memberi selisih akan menjadi pertimbangan baik selisih kurang maupun selisih lebih. 


Peluang monopoli teramat kecil untuk hidup mengingat perhitungan selisih menjadi acuan, bagi petani, pekebun dan nelayan siapa yang bisa memberi harga yang relatif murah atau jauh lebih murah maka itulah yang menjadi pilihan.


Pelaku UMKM telah banyak yang datang dan pergi, harap untung malah berkurang. Memahami perilaku transaksi UMKM memberikan gambaran betapa sektor UMKM membutuhkan nafas yang panjang demi bertahan segaligus senantiasa memperhitungkan harga yang minimal dapat terjangkau. 


Kesiapan bertahan dengan deposit yang agak kecil sembari melatih bahwa untuk menjadi pelaku UMKM butuh mental bila tak sanggup akan terpental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here