Ulama ala Warga +62, Populer Tapi.... - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 13 Januari 2021

Ulama ala Warga +62, Populer Tapi....

Ilustrasi by fideschannel.com 


Istilah ulama begitu trend menghiasi percakapan-percakapan warga +62 baik sebagai citizen maupun sebagai nitizen. Hingga tiap percakapan yang tidak mengikutkan kata "ulama" terkesan hambar dan tak melebar.


Kebutuhan akan ulama meningkat derastis bahkan populasi dan popularitasnya semakin menunjukkan grafik peningkatan. Akibat kebutuhan warga +62 terhadap ulama kian meningkat terpaksa aktris-aktris pun kini banyak didandani tuk bergaya ulama.


Namun, produksi ulama bukan hanya bersumber dari aktris-aktris belakangan penjual obat juga mulai merambah guna menyediakan stok ulama-ulama yang handal dan pandai mengaduk-aduk emosi warga +62.


Warga +62 juga punya harapan besar mendudukkan ulama jadi pemimpin-pemimpin bersorban guna membuat dagangan minyak wangi dan minyak bumi mereka laku dipasaran.


Tetapi, pertanyaannya segampang itukah proses menjadi ulama? Bila ulama menjadi pewaris para Nabi, tentu dibutuhkan proses yang demikian mendalam nan serius untuk melahirkan sosok ulama yang mampu memenuhi kriteria sebagai pewaris para Nabi.


Kalau ada yang disebut ulama menempuh jalur rating dunia pertelevisian ataupun akrobatik penjual obat dijalanan. Masihkah ada secercah harapan untuk ulama-ulama yang lahir dari proses yang demikian menggelitik nan air mata menitik.


Islam ditangan ulama-ulama rating dan ramuan obat itu, membawa sinar Islam ke ranah yang redup ataupun bila terang itu didepan kamera TV dan saat lagi VC dengan harim-harimnya. Ulama-ulama jenis ini yang habitatnya demikian meningkat telah membawa Islam menjadi tontonan bukan tuntunan. 


Kesadaran akan keadaan yang terjadi di dunia +62 telah membuat mata terperangah, telingah menjadi sesak dan kepala menjadi pusing. Lalu, bagaimana proses menjadi ulama dan model ulama yang bisa disebut sebagai pewaris para Nabi?


Seorang penyaji filsafat Islam di Academy Of Philosophy (13/01/2021) Muhammad Adlani, Ph.D secara perlahan memberikan gambaran terkait ulama yang bisa membuka cakrawal. Lewat penggambaran sosok Ibnu Sina yang mewakafkan dirinya di dunia pengetahuan hingga di ujung hayatnya tak merasakan duduk bersanding di pelaminan.


Ulama sekaliber Ibnu Sina yang menguasai sekian banyak ilmu pengetahuan rela tak menikah demi ilmu pengetahuan. Tetapi, coba bandingkan dengan ulama reting dan ramuan obat di negeri +62 teramat doyan nikah. 


Bila ulama rating dan ramuan obat di negeri +62 doyan buat demo berjilid-jilid. Teramat berbeda dengan ulama sekaliber Ibnu Sina yang membuat buku/kitab berjilid-jilid hingga jadi refrensi di dunia ilmu pengetahuan. 


Muhammad Adlani, Ph.D menguraikan terkait ulama sebagai sosok yang menguasai banyak ilmu pengetahuan. Segaligus secara langsung menggambarkan sosok ulama yang memiliki kedalaman pengetahuan. Ulama yang demikian lahir dari proses mengasah kemampuan akal untuk mencerdaskan umat. 


Uraian demi uraian disampaikan oleh Muhammad Adlani, Ph.D yang bergerak menggugah kedalam pikiran. Namun, mentari kian beranjak ke pusat peraduannya tanda waktu magrib akan masuk. Gugahan-gugahan pikiran dari Muhammad Adlani,Ph.D tak akan beranjak cuman akan berlanjut minggu depan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here