Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part IV - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 29 Januari 2021

Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part IV

 

Ilustrasi by Www.fideschannel.com


Dalam novel Pramudya Ananta Toer yang berjudul “Arus Balik” memotret perkembangan Islam di Indonesia yang muncul sebagai kekuatan baru dalam kekuatan politik dan militer menggantikan penguasa-penguasa yang bercorak Hindu-Budha. Namun, upaya dan gerakan tersebut belum mencapai puncak, telah hadir kekuatan baru yakni Kolonialisme Eropa


Sehingga proses perkembangan Islam khususnya di Jawa mengalami pertentangan dari arus Utara (kolonialisme) dan Islam sebagai arus selatan yang mencoba melawan segaligus menanamkan pengaruhnya lebih dalam.


Pijar-pijar gerakan pemahaman teologi bercorak modern menemukan tempat menggeliat kala umat Islam melakukan proses perjalanan haji yang banyak dimanfaatkan untuk menimba berbagai keilmuwan Islam serta persentuhan dengan ide-ide pembaharuan Jamaluddin al-Afgani, Muhammad Abduh dan Rasyid Rida membuat umat Islam yang balik dari tanah suci membawa balik ide-ide pemahaman keagamaan yang modern segaligus melahirkan sikap perlawanan kepada Penjajah Kolonial Eropa.


Gerakan pengajaran dan pergerakan menjadi efek yang nyata atas geliat pemahaman teologi bercorak modernis yang terbuka terhadap perkembangan zaman. Yang membuat para kaum haji bergerak secara organik menghimpun kesadaran masyarakat Islam lewat pengajaran atau pendidikan dan efek bola salju dari gerakan pengajaran melahirkan berbagai pergerakan yang memprotes ketidakadilan yang menimpa umat Islam. 


Dalam buku Deliar Noer Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942 yang memotret perkembangan dan geliat umat Islam yang melakukan berbagai pembaharuan dan upaya membuka diri terhadap berbagai kemajuan. 


Gerakan pembaharuan pemikiran keagamaan di Indonesia memiliki dua corak yakni corak pengajaran atau pendidikan dan corak gerakan sosial dan politik sebagai bentuk upaya kalangan ulama dan intelektual Islam Indonesia menghadirkan semangat kebaharuan dan mengupayakan kemajuan serta keterbukaan pemikiran umat Islam. 


Peran tokoh Islam semakin nyata pempengaruhi kehidupan umat Islam baik sebagai individu maupun sebagai tokoh dan peran organisasi seperti Muhammadiyah dalam mempelopori gerakan pembaharuan lewat mejelis tarjih tahun 1929 dalam Kitab al-Iman menggunakan bahasa Indonesia di samping teks bahasa Arab demi menggelorakan transformasi pemahaman keagaman Islam yang bercorak modernis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here