Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part III - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 23 Januari 2021

Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part III

 

Ilustrasi by Www.fideschannel.com

Geliat perkembangan pemikiran teologi bercorak modern di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sosok pemikir Jamaluddin al-Afgani yang menyerukan Pan-Islamisme, Muhammad Abduh yang menggelorakan modernitas dengan mengusung rasionalitas lewat karya-karya-nya  baik majalah al-Urwatul Uska maupun karya berupa Tafsir al-Manar yang menyuarakan perlunya umat Islam menggunakan akal dan meninggalkan sikap taklid buta dan Rasyid Rida murid Muhammad Abduh yang melanjutkan gerakan pembaharuan dalam Islam. Secara sosiologis dan psikologis umat Islam mengalami proses kolonialisasi oleh para bangsa Eropa. Sikap inferior banyak diekspresikan dengan ketabahan dan pasrah menerima keadaan membuat posisi umat Islam terus mengalami kemunduran. 


Negeri Mesir sebagai salah satu negeri yang banyak melahirkan pemikir Islam membuka mata terhadap berbagai ketertinggalan umat Islam. Lewat penaklukan Napoleon yang mengikut sertakan berbagai ilmuwan dalam rangka menerjemahkan huruf-huruf yang terdapat pada piramida Mesir, dari persentuhan itulah tokoh-tokoh Mesir banyak bercermin kepada kemajuan yang tengah dicapai oleh negara-negara Eropa seperti mesin cetak yang melahirkan berbagai kemudahan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan, ide-ide demokrasi yang mengusung kesetaraan, kemanusiaan dan persamaan antar sesama. 


Bagi para teolog atau pemikir modern Islam kemunduran umat Islam disebabkan oleh umat Islam sendiri yang telah menutup pintu ijtihad yang berefek pada kurangnya perhatian mengembangkan pemikiran yang rasional dan keterbukaan terhadap ide-ide baru. Umat Islam lebih berpuas diri terhadap keasyikan mistik demi membuka jendela hati dan menutup rapat melihat serta memikirkan jendela dunia.


Kondisi umat Islam tidak jauh berbeda dengan berbagai negeri-negeri yang memiliki penduduk Muslim yang berada pada garis kemiskinan, ketertinggalan dan kebodohan serta keterjajahan. Masyarakat Islam menyerahkan mekanisme nasib dan kondisi serta keadaan pada roda takdir, lesunya iktiyar sebagai akibat kurangnya perhatian umat Islam menggunakan akal dan lebih memilih mengikuti pandangan para pendahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here