Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part I - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 20 Januari 2021

Meneropong Indonesia Dari Lensa Teologi Part I

 

Ilustrasi by Www.fideschannel.com

Teologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yakni theos dan logos, berarti tuhan dan kata, ilmu, wejangan dan ajaran. Dari dua gabungan kata tersebut menjadi teologi memiliki arti ilmu yang mempelajari tentang tuhan. 


Dalam terminologi Islam sepadan dengan kalam, yang juga membahas tentang tuhan, argumentasi pembuktian tuhan dan perdebatan tentang sifat wajib tuhan serta urusan takdir dan iktiyar manusia.


Para teolog (istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang ahli atau konsen pada bidang pengkajian teologi) memiliki pemaknaan tersendiri terkait definisi teologi. 


Menurut Yves Congor, teologi berarti wacana melalui mana para pemeluk agama mengembangkan dan mengekspresikan isi dari keyakinan mereka sebagaimana yang mereka percaya


Athanasius teolog yang menulis buku berjudul De Incarnation (335-337 M) berisi pembelaan atas doktrin agama Kristen, kurang lebih 750 tahun kemudian hadir seorang bapak teologi skolastik Gereja Barat Anselmus yang menulis buku Cur Deus Homo (1090 M) yang berisi doktrin keagamaan, pada kurung waktu 750 tahun kemudian muncul teolog modern-liberal Friedrich Daniel Ernest Scheiermacher yang telah menulis buku The Chriation Fait (1830-1831 M) yang memberikan pandangan bahwa Yesus manusia biasa, namun dipilih Tuhan dan tidak mewarisi dosa asal.


Menurut Yves Congor, teologi berarti wacana melalui mana para pemeluk agama mengembangkan dan mengekspresikan isi dari keyakinan mereka sebagaimana yang mereka percaya. Henry C. Thiessen mengungkapkan bahwa teologi sebagai ilmu tentang tuhan dan hubungan-hubungan dengan alam semesta. 


Dunia pemikiran Islam juga memiliki khazanah yang begitu kaya akan pengkajian di bidang teologi, al-Kindi pemikir Islam memiliki pemikiran terkait ketuhanan yang termuat dalam berbagai karyanya seperti Kitab fi al-Falsafah al-Ula dan juga dalam Kitab fi Wahdaniyyati’l-Ilahi wa Tanahi Jirmi’I Alam berisi pembuktian tentang adanya tuhan lewat alam yang baharu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here