Mau Lihat Filantropi Indonesia, Lihat Brosur DEMA Ushuluddin - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 17 Januari 2021

Mau Lihat Filantropi Indonesia, Lihat Brosur DEMA Ushuluddin

 

Ilustrasi by DEMA Ushuluddin UINAM

Guyuran hujan di awal tahun 2021 telah membawa dampak banjir dan gempa yang terjadi dibeberapa daerah. Secara reflek naluri kemanusiaan anak negeri terpanggil.


Semua elemen terketuk dan tergerak berbuat demi saudara-saudara yang mengalami bencana. Penggalangan dana dilakukan secara serenta oleh semua anak negeri.


Betapa naluri kemanusiaan anak negeri masih teramat tinggi tuk berbuat. Falsafah gotong royong masih hidup dan melekat dengan utuh dalam diri anak bangsa.

"

Upaya-upaya filantropi telah merasuki anak negeri dari pejabat hingga pejalan kaki menyisihkan rezeki demi mereka yang tersisihkan akibat bencana.

"

Semua merasa bahwa bencana ini, bukan hanya dialami oleh mereka yang terdampak secara langsung. Namun, semua tanpa kecuali turut merasa mengalami itu. 


Keinginan memberikan andil terhadap sesama telah membuat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar turut mengambil bagian. Fahwa Khair Ketua DEMA Ushuluddin menyampaikan bahwa aksi sosial bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian kepada sesama dan meringankan beban saudara(i) kita yang terkena bencana.  


Upaya-upaya filantropi telah merasuki anak negeri dari pejabat hingga pejalan kaki menyisihkan rezeki demi mereka yang tersisihkan akibat bencana. Telah banyak cara yang dilakukan demi mambantu saudara-saudari kita yang tertimpa bencana. 


Upaya DEMA Ushuluddin UINAM hanya satu diantara ribuan yang juga mengambil peran-peran serupa. Demi menyatakan bahwa duka dan lara saudara yang tertimpa bencana telah menjadi duka dan lara bersama. Uluran tangan tak ternilai harganya di tengah kondisi yang sulit bagi yang mengalami bencana.


Nilai-nilai luhur itu rupanya tak ikut terbawa arus apalagi tertimbun akibat bencana. Namun, justru disaat-saat memerlukan kerja bersama nilai-nilai luhur yang bernama "gotong royong" menampakkan keberadaannya. 


Rupanya gotong royong tetap ada dan selalu ada secara utuh dalam kemanusiaan. Sesuatu yang tak tersangsikan keberadaannya dan terlihat dengan indah yang telah diperankan oleh anak-anak bangsa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here