Kasih-mu Ibu - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 30 Januari 2021

Kasih-mu Ibu

 

Ilustrasi by Modalrakyat.id

                        A. Marsulhani Asmah*


Tak ada kata yang dapat menggambarkan sosok mahluk ciptaan Tuhan yang teramat mulia dalam hidupku. Ada satu sosok yang memiliki seribu satu atau bahkan lebih sifat. Sosok yang mampu hadir dengan banyak sosok ditiap keadaan. Namun, dari sanalah lahirnya para pemimpin-pemimpin besar di dunia ini.


Tanganku tak sanggup menuliskan sosok yang sangat berjasa dalam hidupku. Dia adalah ibuku, air mataku jatuh tak terasa apabila mendengar kata ibu sebegitu sakralnya kata ibu hingga saya tak kuat apabila mendengar kata yang menggetarkan sukma ini. 


Banyak kisah- kisah bahkan pelajaran-pelajaran yang sangat mendalam bila mendengar kata yang nan mulia itu


Ibu dalam perjalanan hidupku memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan kekuatan dalam menjalani hari-hariku yang penuh dengan berbagai macam kegagalan dalam menggapai cita-cita. Sedih rasanya jika mengingat perlakuan dan kelakuan yang kadang membuatnya meneteskan air matanya.


Ibu sungguh dosa anakmu ini yang menuntut banyak hal darimu. Sungguh saat akan menulis tentang dirimu yang selalu terbayang hanya perlakuan yang pernah membuatmu kecewa kepadamu . Sungguh berdosa hambamu ini ya Allah, rasanya hamba layak dan sangat pantas masuk dalam neraka-Mu.


Ibu walaupun beribu-ribu hilafku kepadamu.  Entah kenapa engkau selalu memberikan kata maaf bahkan tak henti hentinya mendoakan kebahagiaan serta kesuksesan anakmu ini di setiap shalat sepertiga malam-mu. Tuhan dari apakah kau buat sosok seperti ibuku ini ?


Ibu mungkin dalam benakmu anakmu ini sangat keras kepala tapi ketahuilah ibu didalam hatiku yang sangat dalam ku-teramat menyayangi-mu dan jika kau ketahui ibu anakmu berjaung mati-matian hanya untuk membahagiakanmu semata.


Ibu anakmu kadang hilaf sesungguhnya itu merupakan gairah darah muda yang tidak bisa terkontrol. Jika ibu tau sesaat setelah anakmu ini, berbuat hilaf kepadamu sesungguhnya saya menangis dalam hati menyesal. Kenapa bisa seorang anak berbuat hilaf kepadanya. Tapi, ibu ku-sangat menyesali itu.


Ibu jika kau mengetahui doa-doa ku tak lain adalah kesehatan dan kebahagiaanmu saja. Tuhan adalah saksi bahwa disetiap doaku dalam sepertiga malam-ku adalah namamu ibuku. Anakmu berjuang di perantauan demi kebahagiaan-mu tak ada yang lain.


Jika kudengar kabar bahwa dirimu sakit kuberdoa kepada Tuhan ambillah kesehatan yang kau berikan kepadaku untuk ibuku biarkan hamba yang penuh hilaf ini menanggung sakitnya. Jangan ibuku dia sudah terlalu sakit menanggung beban hidup.


Husnih adalah nama ibuku penyemangat hidupku di saat kutulis namanya hatiku bergetar air mata pun tak terbendung lagi ingin berteriak dan bersimpuh dikakinya memohon maaf kepadanya. Hamba hanya bisa berdoa agar kau panjangkan umurnya untuk bisa melihat ke dua anak-anaknya berhasil.


Husnih bidadariku, ucapan maaf, maaf dan maaf hanya itu, yang bisa anakmu sampaikan kepadamu. Maaf telah membuat banyak bahkan ribuan atau mungkin tak terhitung lagi air matamu jatuh. Karena, kelakuan anak bungsumu ini.


Maaf sebab sampai saat ini perjuanganku untuk menggapai cita-cita belum tercapai. Sekali lagi maaf, hingga saat ini anak bungsumu masih menjadi beban dalam hidupmu.


Terima kasih bidadariku yang hingga saat ini masih menjadi sosok terdepan menjadi penguat  jika anakmu ini gagal, gagal dan gagal lagi.


Nak, harus kuat ini demi masa depanmu sendiri, gagal itu biasa setidaknya nak, pernah bekerja keras dan tak henti-hentinya berjuang menggapai cita-cita meskipun belum berhasil


O, Tuhan sungguh berdosa hamba ini jika mendengar kata-kata dari seseorang yang selama ini telah banyak hilafku padanya .

Maaf, maaf dan maaf bidadariku "Husnih".



A. Marsulhani Asmah (Mahasiswi STIKES Amanah Makassar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here