Akhirnya Terungkap Rahasia Ahli Kelakar, Saat Momen-momen Masuk Kampus - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 28 Januari 2021

Akhirnya Terungkap Rahasia Ahli Kelakar, Saat Momen-momen Masuk Kampus

 

Ilustrasi by Tribunnews.com

Seorang Ahli Kelakar bertutur mengenai pengalaman berkunjung dan berwisata di kampus yang cukup memberinya kesan-kesan mendalam.


Dia menuturkan masuk kampus telah memberinya ide-ide untuk berbicara mengenai kehidupan yang cukup damai dan nyaman. Pengalaman berjumpa satpam yang ramah menunjukkan arah jalan dan petugas kebersihan yang senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan.


Saat melihat deretan bangunan yang cukup megah yang menunjukkan simbol-simbol yang cukup iconik. Dari sekian banyak bangunan yang ada, satu bangunan yang cukup mencolok dan mengundang rasa penasaran untuk melihat secara langsung dan lebih dekat lagi.


Langkah kaki bersambut, dengan satu untaian kalimat yang cukup menghaluskan jiwa.


anda datang di gedung yang tepat, bacalah barang satu kata, satu kalimat, satu paragraf, satu halaman dan satu bab atau sekalian luangkan waktu untuk selesaikan satu buku. Semoga kunjungan anda memberi kesan dan bila kunjungan anda memiliki manfaat ajak juga yang lain, guna orang lain juga mendapatkan manfaat yang sama


Ahli Kelakar itu, betul-betul merasakan manfaat masuk kampus hingga undangan mengisi acara demi acara datang silih berganti. Rasa senang dan bangga telah berkesempatan masuk kampus telah diceritakan kepada siapa saja yang ditemuinya.


Namun, ada satu momen acara yang membuat rahasia Ahli Kelakar itu terungkap. Saat seorang audiens bertanya kepada Ahli Kelakar, buku apa yang anda baca saat masuk kampus ? 


Suasana hening menyelimuti ruangan itu, seolah semua ingin tahu buku apa gerangan yang buat Ahli Kelakar itu ? Sehingga mampu berbicara dari acara demi acara, rahasia itulah yang hendak diketahui publik.


Ahli Kelakar dengan mantap dan bertahap menjawab pertanyaan yang cukup monumental itu. "Audiens, anda pasti ingin tahu buku apa yang sempat mampir di pelupuk mata hingga membuat perubahan besar dalam kehidupan pribadi dan masyarakat sekitar".


Dengarlah ini, dengan seksama dalam tempo detik yang tak cukup sekian detik. Tapi, sebelum jawaban itu anda dengarkan maka terlebih dahulu dengarlah pertanyaan ini. "Kenapa setiap saat saya mengajak hadirin dimomen apapun itu untuk masuk kampus ? Duhai hadirin".


Ruangan acara pun kembali hening menggenapi seketika. Tiba-tiba seruan beruntun nan menggema memecah keheningan. "Tuan Ahli Kelakar, lekas utarakanlah rahasia itu. Biar badan terbebas dari rasa penasaran yang kian berlarut dan berkepanjangan".


Audiens berbaju kotak-kotak berpeci nasional pun ikut menyumbangkan getaran di pita suaranya. "Tolonglah Tun Ahli Kelakar, jangan perpanjang durasi rasa penasaran kami".


Nampaknya waktu itu benar-benar datang dan rahasia besar itu akan terungkap di momen ini. Tetapi, sebelum itu, Ahli Kelakar masih ingin sedikit memperpanjang durasi rasa penasaran audiens. 


Apa daya Ahli Kelakar itu membuka suara, "audiens dengarlah ini, kenapa di momen acara apapun itu, senantiasa mengajak anda masuk kampus. Hanya satu harapan saya, bila dunia kampus menyatakan pentingnya membaca sebagai jendela dunia. Secara pribadi Ahli Kelakar yang dhoif ini bersyukur, rupanya ada andil yang telah diberikan untuk dunia akademik. Sekali lagi Ahli Kelakar yang dhoif ini, telah membuat banyak orang membaca dan meneliti hanya setelah mendengar ajakan dan cerita saat momen masuk kampus".


Ibu-ibu memotong pembicaraan Ahli Kelakar, "ayolah jangan terlalu banyak menyita rasa penasaran kami".


Ahli Kelakar itu, tersenyum dan gesture tubuhnya menenangkan audiens. "Dengarlah, maaf telah membuat anda menunggu lama. Tetapi, baiklah saat masuk kampus tak ada buku yang sempat terbaca. Maaf jangankan satu buku, Satu kata sekalipun tak ada yang terbaca".


"Maaf Ahli Kelakar, ini momen paling krusial jangan bercanda. Walaupun ini begitu serius, namun keseriusan yang terlampau serius akan jatuh kepada maha lucu yang tiada terkira", jelas pria pecinta Tas Hermes (merek tas ternama) itu.


"Audiens itulah faktanya", jelas Ahli Kelakar. 

"Lalu, kenapa anda mengajak siapapun jua di acara apapun untuk masuk kampus?", sebut lelaki bertato gambar naga itu.


"Para audiens dari segala segmen usia, profesi dan jenis kelamin. Jawaban dari rasa penasaran anda itu jelas, karena Ahli Kelakar yang dhoif ini tak bisa membaca. Untuk itulah, supaya saya tahu tentang buku-buku apa saja yang terdapat di kampus maka ajakan masuk kampus saya gemakan dari acara demi acara guna audiens datang berbondong-bondong masuk kampus. Supaya anda tidak seperti saya dan tugas audiens-lah yang memberikan tahukan. Hanya dengan itulah tranformasi dan geliat literasi kan berjalan", jelas Ahli Kelakar dengan mantap terucap.


Sebelum betul-betul menutup pembicaraan Ahli Kelakar menambahkan, "Bukankah tugasnya orang yang tahu membaca memberi tahukan kepada mereka yang tak bisa membaca".


Mendengar jawaban yang cukup serius hingga terlampau serius respon audiens akhirnya tersipu-sipu malu. Karena, jawaban Ahli Kelakar telah membuat siapa saja mampu mengubah emoticon-nya secara derastis. 


Rupanya kejujuran memberikan makna terdalam kepada siapa saja termasuk Ahli Kelakar hingga suasana itu tak mampu diabaikan oleh kamera apapun jua. Benarkah ungkapan "tak semua momen mampu diabadikan" bagi Ahli Kelakar momen itulah ungkapan itu betul-betul bekerja secara sempurna. 


Bukankah tugasnya orang yang tahu membaca memberi tahukan kepada mereka yang tak bisa membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here