74 Tahun Bersama Wong Cilik, Bu Mega Icon Kesetaraan Hak dan Tak Kenal Lelah Merawat Pancasila - Fides Channel

www.fideschannel.com

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 24 Januari 2021

74 Tahun Bersama Wong Cilik, Bu Mega Icon Kesetaraan Hak dan Tak Kenal Lelah Merawat Pancasila

Ilustrasi by Wikipedia.org


Mewarisi darah sang proklamator Bung Karno tak lantas membuat seorang Megawati Soekarnoputri dapat karpet merah menapaki panggung politik.


Ibu Mega justru harus berjuang bahkan mendapat tekanan demi tekanan saat masa orde baru. Wajar kala itu nama Soekarno terkesan dipinggirkan dari jangkauan publik.


Kemunculan Ibu Mega memberi tekanan secara psikologis bagi penguasa segaligus ada rasa ketakutan mengingat sekuat apapun penguasa ingin menghapus ingatan publik pada Bung Karno akan sia-sia belaka.


Kehadiran Bu Mega di pentas politik telah menjadi icon kesetaraan hak dalam bidang politik


Bung Karno telah menjadi icon bagi perjuangan bangsa. Sosok yang senantiasa melekat dalam ingatan bangsa yang telah memberi banyak makna tanpa meminta imbalan dari rakyat.


Kancah politik membuat langkah Ibu Mega semakin gemuruh memekikkan seruan "Merdeka, Merdeka dan Merdeka". Ibu Mega ingin mengingatkan bahwa kemerdekaan yang paling fundamental mesti berpihak kepada wong cilik.


Kehadiran Bu Mega di pentas politik telah menjadi icon kesetaraan hak dalam bidang politik. Cita-cita luhur yang telah disuarakan kaum perempuan mulai dari era Kartini, Dewi Sartika dan sosok perempuan yang tak kenal lelah hingga era Kofifah, Tri Rismaharini dan perempuan-perempuan kekinian.


Ada banyak bangsa di dunia hingga hari ini, yang belum bisa keluar dari jebakan cara pikir lama. Yang membuat batu sandungan bagi seorang perempuan dalam berkarier hingga sekelas Negeri Paman Sam (As) juga masih terlilit masalah ini. Tapi, seorang Ibu Mega telah hadir membuka mata dan pikiran akan kiprah seorang perempuan.


Kelihaian Ibu Mega telah membuat ide-ide Soekarno menjadi hidup dan memberi arti bagi perjuangan melawan ketertindasan semakin memenuhi relung jiwa anak bangsa. Ibu Mega terus berjuang melawan ketidakadilan baik secara politis maupun sosiologis yang mencoba membawa bangsa kepada sikap sektarian.


Salah satu pidato terbaik Ibu Mega di tahun 2017 yang mengajak anak bangsa melawan kelompok-kelompok intoleran yang hendak merubah pondasi kehidupan berbangsa. Ibu Mega mengajak silent mayoriti untuk berani bersuara.


Langkah perjuangan Ibu Mega telah memberi arah yang terasa dampaknya bagi bangsa. Salah satu yang monumental dengan mengusung Jokowi sebagai presiden yang membuat rakyat semakin merasakan kebijakan yang pro-kalangan bawah.


Ibu Mega telah menjadi seorang negarawan yang melahirkan dan mendidik pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas seperti Jokowi, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Puan Maharani dan berbagai pemimpin-pemimpin yang berkelas nan berprestasi.


Pengalaman panjang Ibu Mega (kini berusia 74 tahun yang jatuh pada tanggal 23 Januari 2021) melewati liuk-liuk dan lika-liku perpolitikan membuat kualitas kenegarawanannya menjadi tak diragukan. Sikap politik yang jelas dan tak ada kompromi terhadap pengganggu Pancasila dan NKRI kian membuat kharisma Ibu Mega semakin melekat di seluruh lapisan anak bangsa.


Sinjai, 24 Januari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here